<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4393018388849216442</id><updated>2012-02-15T22:44:10.854-08:00</updated><title type='text'>JEFRI ROSANTO-SI 41807010025</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jefrirosanto.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4393018388849216442/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jefrirosanto.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>jefri rosanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07873351919644602357</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_UmqOsAEENPg/SuXIVDoDqnI/AAAAAAAAAAM/FUyfG_y35Vw/S220/DSC02239.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4393018388849216442.post-1498508279975486207</id><published>2009-11-29T05:52:00.000-08:00</published><updated>2009-11-29T06:14:38.312-08:00</updated><title type='text'>pembajakan software</title><content type='html'>SELAMA ini berbagai usaha untuk menyosialisasikan penghargaan atas Hak atas Kekayaaan Intelektual (HaKI) telah dilakukan secara bersama-sama oleh aparat pemerintah terkait beserta lembaga-lembaga pendidikan dan lembaga swadaya masyarakat. Akan tetapi sejauh ini upaya sosialisasi tersebut tampaknya belum cukup berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa alasan yang mendasarinya. Pertama, konsep dan perlunya HaKI belum dipahami secara benar di kalangan masyarakat. Kedua, kurang optimalnya upaya penegakan, baik oleh pemilik HaKI itu sendiri maupun aparat penegak hukum. Ketiga, tidak adanya kesamaan pandangan dan pengertian mengenai pentingnya perlindungan dan penegakan HaKI di kalangan pemilik HaKI dan aparat penegak hukum, baik itu aparat Kepolisian, Kejaksaan maupun hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam praktik pergaulan internasional, HaKI telah menjadi salah satu isu penting yang selalu diperhatikan oleh kalangan negara-negara maju di dalam melakukan hubungan perdagangan dan/ atau hubungan ekonomi lainnya. Khusus dalam kaitannya dengan dengan Amerika Serikat misalnya, hingga saat ini status Indonesia masih tetap sebagai negara dengan status 'Priority Watch List' (PWL) sehingga memperlemah negosiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Globalisasi yang sangat identik dengan free market, free competition dan transparansi memberikan dampak yang cukup besar terhadap perlindungan HaKI di Indonesia. Situasi seperti ini pun memberikan tantangan kepada Indonesia, di mana Indonesia diharuskan untuk dapat memberikan perlindungan yang memadai atas HaKI sehingga terciptanya persaingan yang sehat yang tentu saja dapat memberikan kepercayaan kepada investor untuk berinvestasi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, meningkatnya kegiatan investasi yang sedikit banyak melibatkan proses transfer teknologi yang dilindungi HaKI-nya akan terlaksana dengan baik, apabila terdapat perlindungan yang memadai atas HaKI itu sendiri di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat hal-hal tersebut, tanpa usaha sosialisasi di berbagai lapisan masyarakat, kesadaran akan keberhargaan HaKI tidak akan tercipta. Sosialisasi HaKI harus dilakukan pada semua kalangan terkait, seperti aparat penegak hukum, pelajar, masyarakat pemakai, para pencipta dan yang tak kalah pentingnya adalah kalangan pers karena dengan kekuatan tinta kalangan jurnalis upaya kesadaran akan pentingnya HAKI akan relatif lebih mudah terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya sosialisasi perlu dilakukan oleh semua stakeholder secara sistematis, terarah dan berkelanjutan. Selain itu target audience dari kegiatan sosialisasi tersebut harus dengan jelas teridentifikasi dalam setiap bentuk sosialisasi, seperti diskusi ilmiah untuk kalangan akademisi, perbandingan sistem hukum dan pelaksanaannya bagi aparat dan praktisi hukum, dan lain-lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4393018388849216442-1498508279975486207?l=jefrirosanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jefrirosanto.blogspot.com/feeds/1498508279975486207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jefrirosanto.blogspot.com/2009/11/pembajakan-software.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4393018388849216442/posts/default/1498508279975486207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4393018388849216442/posts/default/1498508279975486207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jefrirosanto.blogspot.com/2009/11/pembajakan-software.html' title='pembajakan software'/><author><name>jefri rosanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07873351919644602357</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_UmqOsAEENPg/SuXIVDoDqnI/AAAAAAAAAAM/FUyfG_y35Vw/S220/DSC02239.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4393018388849216442.post-7756768635159360550</id><published>2009-10-26T09:31:00.001-07:00</published><updated>2009-10-26T09:31:58.949-07:00</updated><title type='text'>Kode Etik Profesi Telematika</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB I&lt;br /&gt;PEDOMAN UMUM&lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PENGERTIAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;a) Profesi adalah kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan&lt;br /&gt;   yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan&lt;br /&gt;   yang rumit dari manusia, di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan&lt;br /&gt;   ketrampilan dan keahlian tinggi, hanya dapat dicapai dengan dimilikinya&lt;br /&gt;   penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat&lt;br /&gt;   manusia, kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya; serta adanya disiplin&lt;br /&gt;   Kode Etik yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang&lt;br /&gt;   menyandang profesi tersebut.&lt;br /&gt;b) Profesional adalah seseorang yang memberikan jasa/praktek kepada pemakai&lt;br /&gt;    jasa profesional atau klien.&lt;br /&gt;c) Profesionalisme adalah menunjukan ide, aliran, isme yang bertujuan&lt;br /&gt;   mengembangkan profesi, agar profesi dilaksanakan oleh profesional dengan&lt;br /&gt;   mengacu kepada norma-norma standar dan kode etik serta memberikan layanan&lt;br /&gt;   terbaik kepada klien.&lt;br /&gt;d) Telematika adalah merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem&lt;br /&gt;   elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media&lt;br /&gt;   dan informatika.&lt;br /&gt;e) Pemakai Jasa Profesional adalah perorangan, kelompok, lembaga atau&lt;br /&gt;    organisasi/institusi yang menerima dan meminta jasa/praktek asesmen. Pemakai&lt;br /&gt;   jasa juga dikenal dengan sebutan Klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;TANGGUNG JAWAB&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah prinsip-prinsip yang menjadi tanggung jawab seorang Profesional&lt;br /&gt;dalam memberikan jasa/praktek kepada Klien:&lt;br /&gt;a) Prinsip 1 – Holistic (Keseluruhan)&lt;br /&gt;   Profesional memperhatikan keseluruhan sistem komponen-kompenen dari&lt;br /&gt;   jasa/praktek yang diberikannya agar dapat menghindari dampak negatif&lt;br /&gt;  terhadap salah satu atau beberapa komponen yang terkait dengan sistem&lt;br /&gt;  tersebut.&lt;br /&gt;b) Prinsip 2 – Optimal (Terbaik)&lt;br /&gt;   Profesional selalu memberikan jasa/prakteknya yang terbaik bagi perusahaan.&lt;br /&gt;c) Prinsip 3 - Life Long Learner (Belajar sepanjang hidup)&lt;br /&gt;   Profesional selalu belajar sepanjang hidupnya untuk menjaga wawasan dan ilmu&lt;br /&gt;   pengetahuan sekaligus mengembangkannya sehingga dapat memberikan&lt;br /&gt;   jasa/prakteknya yang lebih berkualitas daripada sebelumnya.&lt;br /&gt;d) Prinsip 4 – Integrity (Kejujuran)&lt;br /&gt;    Profesional menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran serta bertanggung jawab atas&lt;br /&gt;    integritas (kemurnian) pekerjaan atau jasanya.&lt;br /&gt;e) Prinsip 5 – Sharp (Berpikir Tajam)&lt;br /&gt;   Profesional selalu cepat tanggap terhadap permasalahan yang ada dalam&lt;br /&gt;   jasa/praktek yang diberikannya, sehingga dapat menyelesaikan masalah tersebut&lt;br /&gt;   secara cepat dan tepat.&lt;br /&gt;f) Prinsip 6 – Team Work (Kerjasama)&lt;br /&gt;  Profesional mampu bekerja sama dengan Profesional lainnya untuk mencapai&lt;br /&gt;  suatu obyektifitas.&lt;br /&gt;g) Prinsip 7 – Innovation (Inovasi)&lt;br /&gt;   Profesional selalu berpikir ataupun belajar untuk mengembangkan kreativitasnya&lt;br /&gt;   agar dapat mengemukakan ide-ide baru sehingga mampu menciptakan peluangpeluang&lt;br /&gt;   yang baru atas jasa/praktek yang diberikannya.&lt;br /&gt;h) Prinsip 8 – Communication (Komunikasi)&lt;br /&gt;   Profesional mampu berkomunikasi dengan baik dan benar sehingga dapat&lt;br /&gt;   menyampaikan obyektifitas pembicaraan yang dimaksudkan secara tepat.&lt;br /&gt;   Kedelapan prinsip tersebut dapat disingkat menjadi “HOLISTIC”, yaitu: Holistic,&lt;br /&gt;   Optimal, Life long learner, Integrity, Sharp, Team work, Innovation, dan&lt;br /&gt;   Communication&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;BATAS KEILMUAN DAN KETERAMPILAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Profesional menyadari sepenuhnya batas-batas jasa/praktek yang ditawarkannya&lt;br /&gt;dan juga keterbatasan keilmuan dan keterampilannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;PERILAKU DAN CITRA PROFESI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;a) Profesional harus menjamin jasa/praktek yang ditawarkan kepada klien adalah&lt;br /&gt;    sesuai dengan mutunya demi menjaga citra profesi Telematika.&lt;br /&gt;b) Profesional harus menyadari bahwa dalam melaksanakan keahliannya wajib&lt;br /&gt;    mempertimbangkan dan mengindahkan Kode Etik dan nilai-nilai moral yang&lt;br /&gt;    berlaku dalam masyarakat.&lt;br /&gt;c) Profesional wajib menyadari bahwa perilakunya dapat mempengaruhi citra&lt;br /&gt;    profesi Telematika.&lt;br /&gt;d) Profesional wajib mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan meningkatkan&lt;br /&gt;    keterampilannya sesuai kompetensinya demi menjaga kualitas citra profesinya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;HUBUNGAN PROFESIONAL&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;HUBUNGAN ANTAR REKAN PROFESI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;a) Profesional wajib menghargai, menghormati dan menjaga hal-hak serta nama&lt;br /&gt;    baik rekan profesinya, yang berprofesi Telematika.&lt;br /&gt;b) Profesional seyogianya saling memberikan umpan balik untuk peningkatan&lt;br /&gt;    keahlian profesinya.&lt;br /&gt;c) Profesional wajib mengingatkan rekan profesinya dalam rangka mencegah&lt;br /&gt;   terjadinya pelanggaran kode etik Profesi Telematika.&lt;br /&gt;d) Apabila terjadi pelanggaran kode etik Profesi Telematika yang di luar batas&lt;br /&gt;   kompetensi dan kewenangan maka wajib melaporkan kepada organisasi profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;HUBUNGAN DENGAN PROFESI LAIN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;a) Profesional wajib menghargai, menghormati kompetensi dan kewenangan rekan&lt;br /&gt;    dari profesi lain.&lt;br /&gt;b) Profesional wajib mencegah dilakukannya pemberian jasa oleh orang atau pihak&lt;br /&gt;    lain yang tidak memiliki kompetensi dan kewenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;HUBUNGAN DENGAN ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;a) Profesional tidak diperbolehkan memiliki hubungan kerjasama dengan organisasi&lt;br /&gt;    lain yang sejenis atau selain dari tempat ia berprofesi kecuali profesional telah&lt;br /&gt;    mendapatkan persetujuan dari organisasi tersebut atau tempat ia berprofesi.&lt;br /&gt;b) Profesional yang telah memutuskan dirinya untuk berprofesi di suatu organisasi&lt;br /&gt;    harus mentaati kode etik organisasi tersebut. Jika profesional melanggar kode&lt;br /&gt;    etik tersebut, maka profesional akan menerima sanksi dari organisasi yang&lt;br /&gt;   terkait.&lt;br /&gt;c) Setiap Profesional memberikan sumbangan tenaga dan pikiran kepada organisasi&lt;br /&gt;   untuk kepentingan pengembangan ilmu, wawasan dan hal lain yang perlu&lt;br /&gt;   dikembangkan demi kemajuan organisasi. Organisasi yang dimaksud dalam butir&lt;br /&gt;   ini adalah tempat dimana Profesional berprofesi.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PEMBERIAN JASA/PRAKTEK&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pasal 8&lt;br /&gt;PELAKSANAAN KEGIATAN SESUAI BATAS KEAHLIAN/KEWENANGAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;a) Profesional hanya memberikan jasa/praktek dalam hubungannya dengan&lt;br /&gt;    kompetensi yang bersifat obyektif.&lt;br /&gt;b) Profesional dalam memberikan jasa/praktek wajib menghormati hak-hak&lt;br /&gt;    lembaga/organisasi/institusi tempat melaksanakan kegiatan di bidang pelayanan,&lt;br /&gt;    pelatihan, dan pendidikan sejauh tidak bertentangan dengan kompetensi dan&lt;br /&gt;    kewenangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;SIKAP PROFESIONAL DAN PERLAKUAN TERHADAP&lt;br /&gt;PEMAKAI JASA ATAU KLIEN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam memberikan jasa/praktek kepada pemakai jasa atau klien baik yang bersifat&lt;br /&gt;perorangan, kelompok, lembaga atau organisasi/institusi sesuai dengan keahlian dan&lt;br /&gt;kewenangannya, Profesional berkewajiban untuk:&lt;br /&gt;a) Mengutamakan dasar-dasar profesionalisme.&lt;br /&gt;b) Memberikan jasa/praktek kepada semua pihak yang membutuhkannya.&lt;br /&gt;c) Melindungi pemakai jasa atau klien dari akibat yang merugikan sebagai dampak&lt;br /&gt;    jasa/praktek yang diterimanya.&lt;br /&gt;d) Mengutamakan ketidakberpihakan dalam kepentingan pemakai jasa atau klien&lt;br /&gt;    dan pihak-pihak yang terkait dalam pemberian pelayanan tersebut.&lt;br /&gt;e) Menghargai kontrak jasa atau praktek yang disepakati antara Profesional dengan&lt;br /&gt;    pemakai jasa/klien/tempat dimana profesional berprofesi.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;ASAS KESEDIAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Profesional wajib menghormati dan menghargai hak pemakai jasa atau klien untuk&lt;br /&gt;menolak keterlibatannya dalam pemberian jasa/praktek, mengingat asas sukarela&lt;br /&gt;yang mendasari pemakai jasa dalam menerima atau melibatkan diri dalam proses&lt;br /&gt;pemberian jasa/praktek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;INTERPRETASI HASIL JASA/PRAKTEK&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Interpretasi hasil pemeriksaan jasa/praktek yang telah diberikan kepada klien atau&lt;br /&gt;pemakai jasa Profesional hanya boleh dilakukan oleh Profesional berdasarkan&lt;br /&gt;kompetensi dan kewenangan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 12&lt;br /&gt;PEMANFAATAN DAN PENYAMPAIAN HASIL JASA/PRAKTEK&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan hasil jasa/praktek dilakukan dengan memperhatikan ketentuan yang&lt;br /&gt;berlaku dalam jasa/praktek profesional. Penyampaian hasil jasa/praktek Profesional&lt;br /&gt;diberikan dalam bentuk dan bahasa yang mudah dipahami klien atau pemakai jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pasal 13&lt;br /&gt;KERAHASIAAN DATA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Profesional wajib memegang teguh rahasia yang menyangkut klien atau pemakai&lt;br /&gt;jasa Profesional dalam hubungan dengan pelaksanaan kegiatannya. Dalam hal ini&lt;br /&gt;keterangan atau data mengenai klien yang diperoleh Profesional dalam rangka&lt;br /&gt;pemberian jasa/prakteknya wajib mematuhi hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;a) Dapat diberikan hanya kepada yang berwenang mengetahuinya dan hanya&lt;br /&gt;   memuat hal-hal yang langsung dan berkaitan dengan tujuan pemberian&lt;br /&gt;   jasa/praktek.&lt;br /&gt;b) Dapat didiskusikan hanya dengan orang-orang atau pihak yang secara langsung&lt;br /&gt;    berwenang atas diri klien atau pemakai jasa Profesional.&lt;br /&gt;c) Dapat dikomunikasikan dengan bijaksana secara lisan atau tertulis kepada pihak&lt;br /&gt;   ketiga hanya bila pemberitahuan ini diperlukan untuk kepentingan klien, profesi,&lt;br /&gt;   dan akademisi. Dalam kondisi tersebut identitas orang atau klien yang&lt;br /&gt;   bersangkutan tetap dirahasiakan.&lt;br /&gt;d) Keterangan atau data klien dapat diberitahukan kepada orang lain atas&lt;br /&gt;    persetujuan klien atau penasehat hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 14&lt;br /&gt;PENCANTUMAN IDENTITAS PADA LAPORAN&lt;br /&gt;HASIL JASA/PRAKTEK PROFESIONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Segala keterangan yang diperoleh dari kegiatan jasa/praktek profesional sesuai&lt;br /&gt;dengan keahlian yang dimilikinya. Pada pembuatan laporan secara tertulis maka&lt;br /&gt;Profesional yang bersangkutan wajib membubuhkan tanda tangan dan nama jelas&lt;br /&gt;sebagai bukti pertanggungjawaban.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;PERNYATAAN&lt;br /&gt;Pasal 15&lt;br /&gt;PERNYATAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;a) Dalam memberikan pernyataan kepada pemakai jasa profesional atau klien,&lt;br /&gt;   Profesional bersikap bijaksana, jujur, teliti, hati-hati, lebih mendasarkan pada&lt;br /&gt;   kepentingan umum daripada pribadi atau golongan yang disesuaikan dengan&lt;br /&gt;   bidang keahlian/kewenangan selama tidak bertentangan dengan kode etik Profesi&lt;br /&gt;   Telematika. Pernyataan yang diberikan Profesional mencerminkan keilmuannya,&lt;br /&gt;   sehingga masyarakat dapat menerima dan memahami secara benar.&lt;br /&gt;b) Dalam melakukan publikasi keahliannya, Profesional bersikap bijaksana, wajar&lt;br /&gt;    dan jujur dengan memperhatikan kewenangan sesuai ketentuan yang berlaku&lt;br /&gt;    untuk menghindari kekeliruan penafsiran serta menyesatkan masyarakat&lt;br /&gt;    pengguna jasa profesional.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;KARYA CIPTA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 16&lt;br /&gt;PENGHARGAAN TERHADAP KARYA CIPTA PIHAK LAIN&lt;br /&gt;DAN PEMANFAATAN KARYA CIPTA PIHAK LAIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Karya cipta Profesional harus dihargai dan dalam pemanfaatannya hendaknya&lt;br /&gt;memperhatikan ketentuan perundangan mengenai hak cipta atau hak intelektual&lt;br /&gt;yang berlaku.&lt;br /&gt;a) Profesional wajib menghargai karya cipta pihak lain sesuai dengan undangundang&lt;br /&gt;    dan peraturan yang berlaku.&lt;br /&gt;b) Profesional tidak dibenarkan untuk mengutip, menyadur hasil karya orang lain&lt;br /&gt;    tanpa mencantumkan sumbernya.&lt;br /&gt;c) Profesional tidak dibenarkan menggandakan, memodifikasi, memproduksi,&lt;br /&gt;   menggunakan baik sebagian maupun seluruh karya orang lain tanpa&lt;br /&gt;   menggunakan izin dari pemegang hak cipta.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VI&lt;br /&gt;PENGAWASAN PELAKSANAAN KODE ETIK&lt;br /&gt;Pasal 17&lt;br /&gt;PELANGGARAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setiap penyalahgunaan wewenang di bidang Profesi Telematika dan setiap&lt;br /&gt;pelanggaran terhadap Kode Etik Profesi Telematika Indonesia akan dikenakan sanksi&lt;br /&gt;organisasi sebagaimana diatur dalam Lembaga Sertifikasi Profesi Telematika&lt;br /&gt;Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pasal 18&lt;br /&gt;PENYELESAIAN MASALAH PELANGGARAN KODE ETIK&lt;br /&gt;LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI TELEMATIKA INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;a) Profesional tidak ikut serta dalam kegiatan di mana orang lain dapat&lt;br /&gt;    menyalahgunakan keterampilan dan data mereka, kecuali ada mekanisme yang&lt;br /&gt;    dapat memperbaiki penyalahgunaan ini.&lt;br /&gt;b) Apabila Profesional mengetahui tentang adanya penyalahgunaan atau kesalahan&lt;br /&gt;   dalam pemaparan atau pemberitahuan tentang pekerjaan mereka, maka&lt;br /&gt;   Profesional mengambil langkah-langkah yang layak untuk memperb aiki atau&lt;br /&gt;   memperkecil penyalahgunaan atau kesalahan dalam pemaparan/pemberitaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB VII&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Kode Etik Profesi Telematika Indonesia ini disertai lampiran, yaitu Kode Perilaku&lt;br /&gt;Telematika Indonesia. Lampiran tersebut tidak terpisahkan dari Kode Etik ini, dan&lt;br /&gt;sifatnya menjelaskan dan melengkapi Kode Etik Profesi Telematika Indonesia. Setiap&lt;br /&gt;Profesional di dalam bidang Telematika wajib mematuhinya terkait dengan jaminan&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mutu atas diterbitkan sertifikat kompetensi kerja oleh LSP Telematika atas dirinya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4393018388849216442-7756768635159360550?l=jefrirosanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jefrirosanto.blogspot.com/feeds/7756768635159360550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jefrirosanto.blogspot.com/2009/10/kode-etik-profesi-telematika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4393018388849216442/posts/default/7756768635159360550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4393018388849216442/posts/default/7756768635159360550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jefrirosanto.blogspot.com/2009/10/kode-etik-profesi-telematika.html' title='Kode Etik Profesi Telematika'/><author><name>jefri rosanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07873351919644602357</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_UmqOsAEENPg/SuXIVDoDqnI/AAAAAAAAAAM/FUyfG_y35Vw/S220/DSC02239.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4393018388849216442.post-2248723821023533574</id><published>2009-10-26T08:57:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T08:58:51.146-07:00</updated><title type='text'>Kecurangan Dunia IT</title><content type='html'>&lt;p&gt;Dunia teknologi informasi yang berkembang sedemikian cepat sungguh diluar dugaan. Tak ada yang sempurna, begitu pula dunia Teknologi Informasi. Ada baik pasti diikuti pula dengan kecurangan atau kejahatannya. Dan karena kejahatan ini pula menyebabkan banyak orang harus membayar mahal.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Salah satu bentuk kecurangan dunia IT adalah Keystroke Logging atau Keylogging. Keylogging atau keylogger adalah suatu perangkat keras (hardware) atau perangkat lunak (software) yang digunakan untuk memonitor kegiatan dari keyboard. Sebuah keylogger biasanya akan menyimpan hasil dari pemantauan kegiatan keyboard dalam sebuah catatan log atau berkas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keylogger bisa digunakan untuk kebaikan, misalanya dalam sebuah perusahaan dapat melihat bagaimana seorang karyawan bekerja serta dapat pula digunakan untuk pencarian bukti kejahatan. Namun, jika keylogger ini dilakukan untuk kejahatan, semisal mencuri data atau password. Maka bisa dikatakan keylogger adalah sebuah kecurangan ataupun kejahatan dalam dunia IT.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4393018388849216442-2248723821023533574?l=jefrirosanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jefrirosanto.blogspot.com/feeds/2248723821023533574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jefrirosanto.blogspot.com/2009/10/kecurangan-dunia-it.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4393018388849216442/posts/default/2248723821023533574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4393018388849216442/posts/default/2248723821023533574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jefrirosanto.blogspot.com/2009/10/kecurangan-dunia-it.html' title='Kecurangan Dunia IT'/><author><name>jefri rosanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07873351919644602357</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_UmqOsAEENPg/SuXIVDoDqnI/AAAAAAAAAAM/FUyfG_y35Vw/S220/DSC02239.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4393018388849216442.post-8266796396366064722</id><published>2009-10-26T08:27:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T08:56:48.999-07:00</updated><title type='text'>komputer berbasis DNA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;&lt;/span&gt;komputer dna mungkin merupakan komputer yang sangat canggih yang mungkin segala program nya akan menyeruapi mahluk hidup atau boleh di bilang mahluk hidup digital, komputer DNA saat ini mungkin dalam proses kelahirannya karena para ahli terus berusaha menciptakan komputer yang hebat ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;disini ada cerita dan kisah tentang komputer DNA, yang saya dapat dari beberapa sumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komputer dan DNA… dua istilah yang biasanya dipergunakan dalam&lt;br /&gt;konteks yang sangat berbeda. DNA merupakan istilah favorit di dunia biologi dan&lt;br /&gt;genetik, sedangkan komputer justru populer dalam dunia informatika dan&lt;br /&gt;teknologi modern. Lalu apa hubungan antara keduanya? Siapa pula yang punya&lt;br /&gt;ide gila untuk membuat komputer DNA?&lt;br /&gt;Alkisah ada seorang ilmuwan komputer yang bekerja di University of&lt;br /&gt;Southern California, bernama Leonard M. Adleman. Suatu malam Adleman&lt;br /&gt;sedang asyik membaca buku biologi, Molecular Biology of the Gene, yang ditulis&lt;br /&gt;oleh James Watson, ahli biologi yang pernah memenangkan Nobel pada tahun&lt;br /&gt;1962 atas penemuan struktur DNA Double-Helix pada tahun 1953. Ia sangat&lt;br /&gt;terpesona dengan isi buku tersebut, sampai-sampai ia tidak bisa tidur malam itu.&lt;br /&gt;Bayangan rantai DNA yang berpilin terus saja mengusik pikirannya. Tiba-tiba&lt;br /&gt;Adleman lompat dari tempat tidurnya. Terjadi pencerahan! Ia menyadari sesuatu&lt;br /&gt;yang sangat menarik: Sel hidup manusia mengolah dan menyimpan informasi&lt;br /&gt;dengan cara yang sangat mirip dengan program komputer!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu juga Adleman langsung membuat sketsa penting tentang DNA&lt;br /&gt;Computer (Komputer DNA). Komputer yang kita kenal sehari-hari menggunakan&lt;br /&gt;data biner (binary data) untuk menyimpan dan mengolah informasi/perhitungan.&lt;br /&gt;Data biner ini merupakan sistem angka berbasis dua, yaitu 0 dan 1. DNA,&lt;br /&gt;singkatan dari Deoxyribosenucleic Acid, menyimpan dan mengolah informasi&lt;br /&gt;genetika manusia dalam molekul-molekul yang diberi kode huruf A, C, T, dan G.&lt;br /&gt;A merupakan inisial untuk Adenine, C untuk Cytosine, T untuk Thymine, dan G&lt;br /&gt;untuk Guanine. Adenine hanya bisa berpasangan dengan Thymine, Guanine hanya&lt;br /&gt;bisa berpasangan dengan Cytosine. Ini berarti bahwa jika ada satu rantai DNA&lt;br /&gt;yang memiliki kode AACTAGGTC maka pasangannya pasti TTGATCCAG.&lt;br /&gt;Kedua rantai itu akan berpasangan dan membentuk struktur berpilin yang kita&lt;br /&gt;kenal sebagai Double-Helix. Enzim dalam sel hidup membaca data-data genetik&lt;br /&gt;yang tersimpan dalam DNA (dalam bentuk kode A, C, T, G tadi) menggunakan&lt;br /&gt;cara yang sangat mirip dengan cara komputer membaca data biner. Analogi antara&lt;br /&gt;keduanya inilah yang dimanfaatkan dalam komputer DNA. Pada tahun 1994&lt;br /&gt;untuk pertama kalinya Adleman mempublikasikan perhitungan dasar komputer&lt;br /&gt;DNA dalam jurnal ilmiah Science. Sejak itu ilmuwan-ilmuwan seluruh dunia&lt;br /&gt;berbondong-bondong melakukan penelitian untuk mengembangkan komputer&lt;br /&gt;canggih yang sistemnya meniru dari sel makhluk hidup ini. NASA, Pentagon, dan&lt;br /&gt;banyak lagi lembaga dan agen federal berlomba-lomba mengucurkan dana untuk&lt;br /&gt;penelitian yang bisa menghasilkan DNA sintetik yang kemudian digunakan untuk&lt;br /&gt;penelitian yang berusaha mengembangkan sistem komputer masa depan ini.&lt;br /&gt;Adleman berhasil membuktikan pemikirannya bahwa DNA bisa&lt;br /&gt;‘berhitung’. Ia menggunakan masalah perhitungan matematika yang dikenal&lt;br /&gt;sebagai Travelling Salesman Problem (TSP), yaitu masalah klasik yang mencoba&lt;br /&gt;mencari rute terpendek yang bisa dilalui seorang salesman yang ingin&lt;br /&gt;mengunjungi beberapa kota tanpa harus mendatangi kota yang sama lebih dari&lt;br /&gt;satu kali. Jika jumlah kota yang harus didatangi hanya sedikit, misalnya hanya ada&lt;br /&gt;5 kota, maka permasalahan ini dapat dipecahkan dengan sangat mudah. Kita&lt;br /&gt;bahkan tidak memerlukan komputer untuk menghitungnya. Tetapi masalahnya&lt;br /&gt;jadi rumit jika ada lebih dari 20 kota yang harus didatangi. Ada begitu banyak&lt;br /&gt;kemungkinan yang harus dicoba dan diuji untuk menemukan jawabannya.&lt;br /&gt;Komputer DNA yang dibuat oleh Adleman berhasil memecahkan perhitungan ini&lt;br /&gt;dengan menggunakan 7 kota sebagai percobaan awal. Masing-masing kota dan&lt;br /&gt;semua kemungkinan rute dilambangkan oleh satu rantai DNA yang masingmasing&lt;br /&gt;memiliki kode yang spesifik. Semua rantai DNA ini kemudian direaksikan&lt;br /&gt;dan membentuk rantai double-helix secara alamiah. Rantai-rantai yang sudah&lt;br /&gt;berpasangan ini melambangkan semua kemungkinan rute. Untuk mencari rute&lt;br /&gt;yang benar, Adleman menambahkan enzim yang secara alamiah menghancurkan&lt;br /&gt;molekul yang melambangkan rute yang salah. Satu-satunya rantai yang tersisa&lt;br /&gt;adalah rantai yang melambangkan jawaban yang dicari, yaitu rute terpendek yang&lt;br /&gt;menghubungkan ketujuh kota tersebut tanpa harus melewati masing-masing kota&lt;br /&gt;lebih dari satu kali. Komputer DNA ciptaan Adleman berhasil menyelesaikan&lt;br /&gt;perhitungan TSP untuk 7 kota ini dalam waktu beberapa hari. Padahal komputer&lt;br /&gt;biasa yang kita gunakan sehari-hari bisa menyelesaikannya hanya dalam hitungan&lt;br /&gt;menit. Lho? Komputer masa depan tetapi justru kalah dengan komputer klasik?&lt;br /&gt;Jadi untuk apa para ilmuwan di seluruh dunia berlomba-lomba mengembangkan&lt;br /&gt;komputer DNA ini?&lt;br /&gt;Ada satu rahasia yang merupakan keunggulan utama komputer DNA.&lt;br /&gt;Enzim-enzim yang terlibat bekerja secara paralel. Komputer klasik membaca dan&lt;br /&gt;mengolah data secara linier (berurutan). Melibatkan data dalam jumlah besar,&lt;br /&gt;komputer klasik akan sangat kerepotan mengolah data-data yang luar biasa&lt;br /&gt;banyaknya. Proses perhitungan membutuhkan waktu sangat lama karena&lt;br /&gt;dilakukan satu per satu. Di sinilah keunggulan komputer DNA! Untuk jumlah data&lt;br /&gt;yang sangat banyak, komputer DNA dapat melakukan perhitungan jauh lebih&lt;br /&gt;cepat karena semua prosesnya dilakukan secara paralel (bersamaan). Ukuran&lt;br /&gt;molekul DNA yang sangat kecil juga merupakan keunggulan komputer masa&lt;br /&gt;depan ini. 1 gram DNA yang sudah dikeringkan memiliki kapasitas menyimpan&lt;br /&gt;informasi dalam jumlah yang sama dengan 1 trilyun CD (Compact Disc). Padahal&lt;br /&gt;1 gram DNA kering itu ukurannya hanya sebesar butiran gula pasir! Dengan&lt;br /&gt;semakin majunya perkembangan teknologi, jumlah data dan informasi pun&lt;br /&gt;semakin bertambah. Lama-kelamaan, data yang berlimpah ini tidak dapat lagi&lt;br /&gt;disimpan dalam memory chip komputer yang terbuat dari silikon seperti yang&lt;br /&gt;selama ini kita gunakan. DNA merupakan alternatif yang sangat menjanjikan.&lt;br /&gt;Lagipula, microprocessor yang kita gunakan dalam komputer klasik biasanya&lt;br /&gt;terbuat dari bahan-bahan yang bersifat racun sehingga mengotori udara dan&lt;br /&gt;lingkungan. Biochip (chip biologis) yang terbuat dari DNA merupakan teknologi&lt;br /&gt;yang ‘bersih’. Kita juga tidak akan pernah kehabisan DNA selama masih ada selsel&lt;br /&gt;makhluk hidup. Ini menjadikannya sumber daya yang sangat murah.&lt;br /&gt;Dalam beberapa tahun terakhir teknologi komputer DNA menunjukkan&lt;br /&gt;perkembangan yang sangat menggembirakan. Komputer DNA buatan Adleman&lt;br /&gt;mereaksikan cairan DNA dalam tabung-tabung reaksi. Pada bulan Januari 2000&lt;br /&gt;jurnal ilmiah Nature mempublikasikan keberhasilan para ilmuwan di University of&lt;br /&gt;Wisconsin di Madison yang melekatkan DNA pada permukaan padat gelas dan&lt;br /&gt;emas. Ini berarti komputer DNA dapat dibuat dalam bentuk chip padatan yang&lt;br /&gt;mirip dengan chip komputer konvensional. Pada tahun 2001, seorang ilmuwan&lt;br /&gt;dari Weizmann Institute of Science di Israel, Ehud Shapiro, mendapatkan paten&lt;br /&gt;atas komputer DNA yang dibuatnya. Komputer DNA buatan Shapiro ini hanya&lt;br /&gt;terdiri dari satu tetes air saja. Komputer terkecil di dunia ini menggunakan&lt;br /&gt;molekul-molekul DNA dan enzim-enzimnya dalam satu tetes air tersebut sebagai&lt;br /&gt;sarana input (masukan data), output (keluaran data), software (perangkat lunak),&lt;br /&gt;dan hardware (perangkat keras). Pada bulan Februari 2003, penemuan ini&lt;br /&gt;akhirnya tercatat dalam Guinness World Records sebagai ‘The Smallest Biological&lt;br /&gt;Computing Device’ atau Komputer Biologis Terkecil di Dunia. Hebatnya lagi,&lt;br /&gt;komputer super mini ini memiliki kecepatan 100.000 kali lebih cepat dari&lt;br /&gt;komputer konvensional tercanggih yang ada saat ini!&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4393018388849216442-8266796396366064722?l=jefrirosanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jefrirosanto.blogspot.com/feeds/8266796396366064722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jefrirosanto.blogspot.com/2009/10/komputer-berbasis-dna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4393018388849216442/posts/default/8266796396366064722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4393018388849216442/posts/default/8266796396366064722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jefrirosanto.blogspot.com/2009/10/komputer-berbasis-dna.html' title='komputer berbasis DNA'/><author><name>jefri rosanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07873351919644602357</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_UmqOsAEENPg/SuXIVDoDqnI/AAAAAAAAAAM/FUyfG_y35Vw/S220/DSC02239.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
